Kamis, 29 Desember 2011

Asuhan Keperawatan Trauma Kornea

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN TRAUMA PADA KORNEA
I. Pengertian
Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea.
Sedang Laserasi kornea adalah ulkus yang dalam (Mansjoer, A. et all, 1999).
II. Patofisiologi
Trauma Mata Pada Kornea












Edema Kornea
Erosi Kornea
Laserasi Kornea + Perforasi Kornea


Edema Kornea
(Cairan Terkumpul di bawah epitel)


Kekeruhan yang menetap



Jaringan Intraokular
Sukar dilihat
Menjadi Vesikel
Rasa sakit
o/k tarikan
serat saraf
Pecah



Ulkus Kornea
Rasa nyeri bertambah
Tekanan intraokular meningkat


Erosi Kornea
(Terlepasnya epitel kornea)



Menimbulkan infiltrat Resiko Infeksi Sekunder
(Keratitis)



Kerusakan epitel



Ulkus Kornea



Rasa sakit pada matanya
(Setiap pergerakan)
L Lakrimasi dan fotofobia
L Kelopak mata menjadi kaku
pada pembukaan
L Blefarospasme
L Tajam penglihatan menurun
L Kornea iregular
Laserasi + Perforasi Kornea
(Ulkus yang dalam)







Cairan bilik mata depan dapat mengalir keluar Resiko infeksi sekunder ke dalam
jaringan intraokuler
Iris prolap (menyumbat fistel) * Endoftalmitis
* Panoftalmintis
Timbul jaringan parut (leukoma adherens) * Ptisis bulbi



Penyempitan sudut COA
(o/k adanya sinekhia anterior)



Aliran cairan bilik mata di sudut COA terganggu



Tekanan intraokular meningkat.
III. Fokus Pengkajian
Hal yang fokus dikaji adalah : (Ilyas, S., 2000)
1. Riwayat pekerjaan penderita.
Perlu diketahui untuk memberikan perawatan pada matanya yang tidak akan mendapatkan hal-hal yang buruk karena lingkungan pekerjaan. Juga untuk mewasdai trauma kembali. Penderita yang menderita erosi kornea tentu sangat berbahaya bila berada di lingkungan yang kotor tanpa menutup bola mata.
2. Penyakit lain yang sedang diderita.
Bila sedang menderita penyakit lain dengan keadaan yang buruk maka infeksi yang terjadi di mata akan sukar disembuhkan. Misal penyakit DM, sepsis atau kelainan darah.Riwayat penyakit mata sebelumnya akan dapat menerangkan tambahan gejala-gejala penyakit yamng dikeluhkan
3. Riwayat trauma sebelum atau sesudah ada keluhan.
Trauma tumpul dapat memberikan kerusakan pada seluruh lapis kelopak ataupun bola mata. Trauma sebelumnya dapat juga memberikan kelainan pada mata tersebut sebelum meminta pertolongan.
4. Pemeriksaan khusus Mata :
L Sakit untuk mengedip/pergerakan
L Lakrimasi
L Fotofobia
L Kelopak menjadi kaku (blefarospasme)
L Tajam penglihatan menurun
L Ada bagian kornea yang jernih (dangkal/tipis)
L Warna iris seakan-akan berwarna lebih hitam.
Bila telah terjadi perforasi :
L Pupil akan terlihat lonjong.
L Cairan bilik mata depan dapat mengalir keluar
L Cairan COA mengandung fibrin
L Bisa terbentuk jaringan parut di kornea
L Iris prolap.
IV. Data Penunjang :
1. Pemeriksaan Laboratorium, seperti :.
SDP, leukosit , kemungkinan adanya infeksi sekunder.
2. Pemeriksaan kultur. Untuk mengetahui jenis kumannya.
3. Kalau perlu pemeriksaan tonometri Schiotz, perimetri, gonioskopi, dan tonografi, maupun funduskopi (Ilyas, S., 2000)
V. Pengobatan :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Photobucket